Kata Mutiara 5

Hidup itu penuh masalah jangan kau tambah masalah tapi carilah solusi bukan lari

Kata Mutiara 1

Menebar Manfaat Untuk Umat

Kata Mutiara 2

Bila Tak Mampu Melakukan Kebaikan Jangan Lakukan Keburukan

Kata Mutiara 3

Biarkan Orang berkata apa, tapi dirimu tetap dalam kebaikan

Kata Mutiara 4

Tidaklah ujian itu mendatangimu melainkan kebaikan mengikuti dibelakannya bila kau bersabar

Minggu, 15 Januari 2012

Ahlu Tafsir Wa hadits

Sa’id bin Jubair (wafat 95 H)
Nama lengkapnya adalah Sa’id bin Jubair al-Asadi al-Kufi, yang mempunyai julukan “Abu Abdillah”, Ia seorang ahli fiqh, pembaca al-Qura’an yang fasih dan ahli ibadah.
Sufyan ats-Tsauri lebih mendahulukannya dari pada Ibrahim an-Nakha’I, ia berkata:” Ambilah tafsir dari empat orang, yaitu dari Sa’id bin Jubair, Mujahid, Ikrimah dan adl-Dlahhak”.

Ibnu Jubair pernah menulis untuk Abdullah bin Utbah bin Mas’ud ketika Abdullah menjadi Qodli di Kuffah. Sesudah itu ia menulis untuk Abi Burdah bin Abi Musa.

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Abdullah bi az-Zubair, Anas bin Malik, Abu Sa’id al Qudri, dari mereka ini hadits-haditsnya Musnad. Namun, Ia tidak mendengar langsung dari Abu Hurairah, Abu Musa al-Asy’ari, Ali, Sayiidah Aisyah. Jadi semua riwayatnya dari mereka adalah Mursal.

Mengenai hal ini Yahya bin Sa’id berkata:” Hadits-hadits Mursal Sa’id lebih aku sukai dari pada hadist-hadist Mursal Atha’”. Yang meriwayatkan hadits dari Sa’id bin Jubair antara lain: al-Amasi, Mansyur bin al-Mu’tamir, Ya’la bin Hakim,ats-Tsaqafi, dan Simak bin Harb.

Maimun bin Mahran berkata:” Sa’id bin Jubair meninggal dunia, saat orang orang membutuhkan ilmunya
Ia wafat pada tahun 95 H di Kuffah.

Pemuda tsiqah dan kuat hapalannya

Urwah bin Az-Zubair (Wafat 94 H)
Nama sebenarnya adalah Abu Muhammad Urwah bin Zubair bin al-Awwam al-Quraisy.
Beliau adalah salah seorang tabi’in besar dan salah seorang penghapal hadits yang sangat baik.

Ia menerima hadits dari ayahnya sendiri az-Zubair, dari saudaranya Abdullah dari ibunya ‘Asma binti Abu Bakar as-Shiddiq, dari saudara ibunya Aisyah, dari Said bin Zaid Hakim bin Hizam, dari Abu Hurairah dan dari yang lainnya.

Hadist haditsnya diriwayatkan oleh Atha’, Ibnu Abi Mulaikah, Abu Salamahbin Abdurahman, az-Zuhry, Umar bin Abdul Aziz, dan lima orang anaknya yaitu Hisyam, Muhammad, Yahya, Abdullah dan Utsman.

Ia dikenal orang yang tsiqah dan kuat hapalannya, Ibnu Syihab az-Zuhry berkata,” Demi Allah, kami hanya mempelajari 1 suku hadits dari 2000 suku hadits”.

Sedangkan Muhammad bin Sa’ad berkata,” Orang yang paling mengetahui tentang hadits hadits Aisyah ada 3 orang yaitu : al-Qasim, ‘Urwah dan ‘Amrah”.
Ia wafat pada tahun 94 H

tabi’in paling utama

Sa’id bin aL-Musayyab (wafat 94 H)
Nama lengkapnya Sa’id bin al-Musayyab bin Hazn al-Quraisy al-Makhzumi, ayahnya dan kakeknya adalah sahabat Nabi Shallallahu alaihi wassalam, ia dilahirkan sebelum Umar menjadi khalifah, sejak muda telah melakukan perjalanan siang dan malam untuk mendapatkan hadist Nabi.

Mengenai dia sebagaimana dituturkan oleh Ahmad bin Hambal adalah:” Ia tabi’in paling utama”.
Sedangkan Makhul berkata:” Aku telah menjelajahi bumi untuk menuntut ilmu, teryata aku tidak bertemu seorangpun yang lebih pandai daripada Sa’id bin al-Musayyab”.
Sementara itu Ali bin al-Madini menyatakan :” Aku tidak tahu di kalangan tabi’in ada orang yang luas ilmunya daripada dia, menurutku ia tabi’in terbesar”.

Para ulama meriwayatkan bahwa ia mengawinkan putrinya kepada Kutsayyir bin Abi Wada’ah hanya dengan mas kawin dua dirham.
Padahal sebelumnya ia menolak lamaran Abdul Malik yang ingin menjodohkan putrinya dengan al-Walid bin Abdul Malik. Dan ketika Abdul Malik hendak melaksanakan bai’at bagi putranya al-Walid, Hisyam bin Ismail selaku pengganti Abdul Malik di Medinah memukul Sa’id bi al-Musayyab dan menghadapnya dengan pedang, untuk memaksanya melakukan bai’at namun Sa’id tetap tidak mau.

Ibnu Musayyab meriwayatkan hadist dari Abu Bakar secara Mursal, dan ia mendengar dari Umar, Utsman, Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, Sayyidah Aisyah dan beberapa yang lainnya. Yang meriwayatkan dari dia antara lain Salim bin Abdullah, Az-Zuhri, Qatadah, Syuraik, Abu az-Zanad.

Ia wafat pada tahun 94 H.

Sabtu, 14 Januari 2012

Syair Imam Syafi'i


-_ مُدَارَاةُ الحَسُودِ صُعْبَةٌ _-
Mentolelir orang hasud itu sulit
وَدَارَيْتُ كُلَّ النَّاسِ لَكِنْ حَاسِدِى مُدَارَاتَهُ عَزَّتْ وَعَزَّ مِثَالُهَا
Aku dapat mentolelir semua orang, akan tetapi terhadap orang yang hasud bagiku sungguh hal itu sangat sulit
وَكَيْفَ يُدَارِى المَرْءُ حَاسِدَ نِعْمَةٍ*إِذَا كاَنَ لاَ يُرْضِيْهِ اِلاَّ زَوَالُهَا
Bagaimana bisa seseorang toleransi terhadap yang menghasud nikmat, sedang yang diinginkan adalah َ   hilangnya nikmat tersebut
-_ وَقَالَ فِى مُصَاحَبَةِ النَّاسِ _-
Komentar tentang pergaulan hidup
إِنْ غِبْتُ عَنْهُمْ فَشَرُّ النَّاسِ يَشْتُمُنِى*وَاِنْ مَرِضْتُ فَخَيْرُ النَّاسِ لَمْ يَعُدِ
Andaikata aku menjauhi mereka, maka segera muncul tanggapan negative mereka.
Dan seandainya aku sakit, maka tidak seorangpun menjengukku, sekalipun dari orang terbaik dari mereka.
وَاِنْ رَأَوْنِى بِخَيْرٍ سَاءَ هُمْ فَرَحِى*وَاِنْ رَأَوْنِى بِشَرٍّ سَرَّهُمْ نَكَدِىْ
Manakala mereka tahu aku dalam kesenangan, mereka mengusik kebahagiaanku itu.
Dan manakala mereka tahu aku dalam kesusahan, mereka semakin membebani penderitaanku.
-_ أَيْنَ الصَّدِيْقُ المُخْلِصُ _-
Mencari teman sejati
صَدِيْقٌ لَيْسَ يَنْفَعُ يَوْمَ بُوْسٍ*قَرِيْبٌ مِنْ عَدُوٍّ فِى القِيَاسِ
Tidak ada teman yang bisa diandalkan dapat memberikan pertolongan di saat sengsara, malah justru berbalik menjadi musuh
وَمَا يَبْقَى الصَّّدِيْقُ بِكُلِّ عَصْرٍ*وَلاَ الاِخْوَانُ إِلاَّ لِلتَّاسِى
Berteman itu tidak bisa langgeng setiap saat, demikian juga persaudaraan, kecuali jika ada pamrih mencari keuntungan.
عَمَرْتُ الدَّهْرَ مُلْتَسِمًا بِجُهْدِى*أَخَاثِقَةٍ فَأَلْهاَنِى التِّمَاسِى
Aku semarakkan hidup ini dengan penuh kesungguhan untuk mencari teman sejati, namun aku tak berhasil menemukannya.
تَنَكَّرَتِ البِلاَدُ وَمَنْ عَلَيْهَا*كَأَنَّ أُنَاسَهَا لَيْسُوْا بِنَاسِىْ
Negara dan penduduk di dunia ini sudah saling bermusuhan, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan.
-_ أََخْلاَقُ النَّاسِ _-
Etika pergaulan
لَمْ يَبْقَ فِى النَّاسِ اِلاَّ المَكْرُ وَالْمَلَقُ*شَوْكٌ اِذَا لَمَسُوا زَهْرٌ اِذَا رَمَقُوا
Tidak ada dalam kehidupan pergaulan itu kecuali saling menjatuhkan dan atau saling kasih sayang. Suatu ketika akan terasa “duri” dan pada saat yang lain akan terasa “bunga”.
فَاِنْ دَعَتْكَ ضَرُوْرَاتٌ لِعِشْرَتِهِمْ*فَكُنْ جَحِيْمًا لَعَلَّ الشَّوْكَ يَحْتَرِقُ
Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka,
bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri itu.
-_ اِعْتِزَالُ النََََّاسِ _-
Memisahkan diri dari pergaulan
لَيْتَ الكِلاَبَ لَنَا كَانَتْ مُجَاوِرَةً*وَلَيْتَنَا لاَ نَرَى مِمَّا نَرَى أَحَدًا
Andaikata kita berteman dengan seekor anjing
lantaran tidak ditemukan seorang manusia
إِنَّ الكِلاَبَ لَتَهْدِي فَي مَوَاطِنِهَا*وَالخَلْقُ لَيْسَ بِهَادٍ شَرُّهُمْ أَبَدًا
Maka sesungguhnya seekor anjing pun mampu menunjukkan tempat tinggal kita
Sedang teman manusia belum tentu mau berbuat seperti itu, bahkan cenderung menyesatkan.
فَاهْرَبْ بِنَفْسِكَ وَاسْتَأْنِسْ بِوَحْدَتِهَا*تَبْقَى سَعِيْدًا اِذَا مَا كُنْتُ مُنْفَرِدًا
Maka pergilah anda seorang diri dan nikmatilah dalam kesendirianmu, tentu anda akan menemukan kebahagiaan.
-_ أَفْضَلُ الاِخْوَانِ _-
Teman yang ideal
أُحِبُّ مِنَ الاِخْوَانِ كُلَّ مُوَاتِي*وَكُلَّ غَضِيْضِ الطَّرْفِ عَنْ عَثَرَتِي
Aku mendambakan teman yang sehidup semati, mau merahasiakan kesalahan-kesalahan pribadiku.
يُوَافِقُنِي فِي كُلِّ أَمْرٍ أُرِيْدُهُ*وَيَحْفَظُنِي حَيًّا وَبَعْدَ مَمَاتِي
Sahabat yang baik adalah yang sering sejalan denganku dan yang menjaga nama baikku ketika aku hidup atau selepas aku mati.
فَمَنْ لِي بِهَذَا؟ لَيْتَ أَنِّي أَصَبْتُهُ*لَقَاسَمْتُهُ مَالِى مِنَ الحَسَنَاتِ
Siapakah yang bisa berbuat begitu? Bila aku menemukan teman yang seperti itu, tentu akan kuberikan apa saja yang kumiliki.
صَفَّحْتُ اِخْوَانِى فَكَانَ أَقَلَّهُمْ*عَلَى كَثْرَةِ الاِخْوَانِ أَهْلَ ثِقَاتِى
Aku telah banyak bergaul dengan teman-temanku, namun yang dapat kupercaya hanya sebagian kecil dari kebanyakan mereka.
******************